Perhitungan Berat 1000 Benih

 

PENGUJIAN BERAT 1000 BUTIR BENIH

Oleh :

Nur Cholis Febriono Putra

A42220239

Golongan A

 

A.    Latar Belakang

Benih adalah faktor penentu utama berhasilnya suatukegiatan budidaya tanaman . Benih yang baik dan sudah pasti bagus adalah benih yang bersertifikasi. Maka dari itu dilakukan proses sertifikasi agar dapat menentukan benih yang layak digunakan atau tidak. Pada proses sertifikasi benih dilakukan berbagai pengujian pada benih seperti pengujian mutu fisik,mutu fisiologis dan mutu genetis. Pada proses pengujian mutu fisik dilakukan uji berat 1000 benih. Menurut Sudrajat (2011) Pengujian berat 1000 butir benih sngat bermanfaat untuk menentukan kebutuhan benih yang diperlukan untuk semaian dalam rangka menyediakan bibit siap tanam.

Menurut Kuswanto (2019) Untuk penentuan berat 1000 butir , Prinsip pelaksanaannya adalah 1000 butir benih hasil uji kemurnian ditimbang dengan tingkat keekaan penimbangan pada uji kemurnian benih dapat juga dilakukan penimbangan per 100 butir. Mka dari itu Pada praktikum ini dilakukan pengujian berat 1000 butir ini dilakukan dengan metode 100 butir dengan 8 ulangan.

 

B.     Metodologi

1.      Alat dan Bahan

1.1  Alat :

Wadah

Timbangan Analitik

Kalkulator

ATK

1.2  Bahan

Sampel Benih Kategori Chaffy Seed

Sampel Benih Kategori Non Chaffey Seed

 

2.      Prosedur Kerja

a.       Hitunglah masing masing sampel benih sejumlah 100 butir dengan 8 kali ulangan

b.      Kemudian Timbanglah masing-masing sampel menggunakan timbangan analitik

c.       Catatlah hasilnya

d.      Masukkan data yang didapat ketabel berikut

Ulangan

Bobot / X

X2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah

 

 

Rata-rata

 

 

 

 

e.       Hitunglah data diatas menggunakan rumus :



 

Ket :

V : Varian

n : Jumlah Ulangan

x : Bobot

 

f.        Hitunglah Simpangan Baku menggunakan rumus :



Ket ;

S : Simpangan baku

V : Varian

g.      Hitunglah Koefisien Varian dengan rumus



h.      Nilai Koefisien varian dapat dikatakan valid apabila tidak melebihi angka toleransi yang tentukan (Chaffy seed: < 6,0%, Non Chaffy seed< 4,0%).

i.       Untuk mendapatkan berat 1000 butir benih maka 100 butih benih yang sudah ditimbang dikalikan 10.

j.       Tuliskan data tersebut pada kolom yang disediakan

C.     Hasil Pengujian

Komoditas/

Varietas

Jumlah Ulangan

Berat rata-rata

Koefisien variasi

Berat 1000 Butir

Keterangan

Padi (Inpari 32 HDB)

8

2,5217

1,1896%

25,217

Valid

Padi (Sunggal)

8

2,5875

1,49%

25,875

Valid

Kedelai (Devon

8

16,9025

1,47%

169,025

Valid

Kedelai (Gepok Kuning)

8

7,8475

2,26%

78,475

Valid

 

Berdsarkan data diatas didapatkan hasil bahwa keempat varietas memiliki sampel yang valid. Karena pada hasil pengujian memenuhi standar yaitu untuk kategori  chaffy seed adalah kurang dari 6,0% sedangkan untuk non chaffey seed kurang dari 4,0%. Maka dapat disimpulkan bahwa data hasil pengujian diatas valid.



 

DAFTAR PUSTAKA

Suita, E, D.J. Sudrajat, dan E. Kartiana. 2011. Pengaruh Penurunan Kadar Air Benih dan Periode Simpan terhadap Daya Berkecambah Benih Sawo Kecik .Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor. Tidak diterbitkan.

 

Kuswanto. 2019. Uji Viabilitas Melon (Cucumus melo L.) Pada berbagai taraf Waktu Penyimpanan dan Penegeringan biji. Universitas Brawijaya. Malang

 

 

 

Lampiran







 

 

 

 

Komentar